Determinisme
Attitude Mahasiswa Pegunungan Bintang, Dipuji.
Yogyakarta-Komnews, Komunitas Mahasiswa Pelajar Aplim Apom (KOMAPO) Kabupaten
Pegunungan Bintang Se-Jawa, Bali, Sulawesi,
Kalimantan dan Sumatera menanggapi aksi pembakaran kediaman Bupati, pemalangan bandara Oksibil, kantor Bupati, kantor DPRD dan pembakaran panggung perayaan HUT ke-15 Kabupaten Pegunungan Bintang oleh masyarakat Pegunungan
Bintang. Komapo menuding semua ini terjadi akibat kinerja pemerintahan yang
buruk selama 3 tahun berjalan ini.
Mahasiswa Pegunungan Bintang menuntut DPRD, DPRP, Kemendagri dan PLT
Gubernur Papua segera menindak
lanjuti aspirasi masyarakat terkait tuntutan pemecatan, Costan Oktemka, SIP
dari jabatan Bupati. Menurut pihaknya selama kepemimpinannya segala aspek
pembangunan tidak berjalan dengan baik, korupsi APBD 2017 dan 2017, dan
mengorbankan SDM Pegunungan Bintang. Oleh karena itu, mahasiswa Pegunungan
Bintang yang kuliah kota Semarang, Salatiga dan Yogyakarta pada tanggal 13
April 2018 secara serempak melakukan aksi mendukung masyarakat Pegunungan
Bintang mengulingkan Costan Oktemka dari jabatan Bupati.
Komapo juga mendatangi kantor Kementerian
Dalam Negeri RI, Yang beralamat di jl. Medan Merdeka utara,Gambir, Jakarta
Pusat. pada 20 April 2018. Dengan membawa suara Rakyat pegunungan Bintang Lalu menyerakahkan
aspirasinya kepada Pihak Kemendakri di ruang kerjanya. Dan Mereka (Pihak
kemendakri) juga dapat mengapresiasi dan memuji langkah yang diambil oleh Komapo, karena
dianggap aksi yang dilakukan adalah aksi yang tepat dan berbeda dari mahasiswa
lain di papua. Sementara itu Komapo
melakukan aksi dengan damai serta mengedepankan sopan santun/etika sebagai
solusi menyelesaian persoalan Bupati Kostan Oktemka. Maka selain mengapresiasi , Mendakri juga telah
berjanji untuk segera menindaklanjuti ke KPK dan Presiden Jokowi, agar dapat diperiksa,
lalu mencopot Kostan Oktemka , dari
Jabatan Bupati Pegunungan Bintang.
Komapo menyikapi dalam menyelesaikan masalah ini sesuai jalur hukum,
dan tidak terprovokasi dengan kondisi
konflik yang terjadi di daerah.
Berikut pernyataan sikap KOMAPO;
- Kami KOMAPO mewakili masyarakat Pegunungan Bintang
mengutuk keras kepemimpinan Costan Oktemka selama 3 tahun berjalan ini
yang lebih otoriter, korup dan nepotisme yang mengakibatkan pembangunan
tidak berjalan optimal.
- Kami KOMAPO, IMPPETANG dan
seluruh masyarakat Pegunungan Bintang mendesak kepada DPRD Kabupaten
Pegunungan Bintang, DPRP, MRP, Plt. Gubernur, Kapolda Papua dan Mendakri supaya
segera tindaklanjuti desakan masyarakat terhadap pencopotan Costan
Oktemka dari jabatan Bupati Pegunungan Bintang periode 2015-2021.
- Kami mendesak Costan Oktemka
secara terhormat dan berwibawa mengundurkan diri dari jabatan Bupati
Pegunungan Bintang karena gagal membangun Pegunungan Bintang.
- Kami mendesak kepada Komisi
Pemberantasan Korupsi segera memeriksa Bupati Pegunungan Bintang atas
dugaan Korupsi dana APBD Pegunungan Bintang tahun anggaran 2016 dan 2017.
- Jika tidak ditanggapi serius oleh pihak yang berkepentingan maka KOMAPO, IMPPETANG bersama masyarakat Pegunungan Bintang akan melakukan aksi boikot pembangunan secara besar-besaran.
Sumber : http://komapo.org/index.php/berita/lokal/30-berita/1177-komapo-desak-bupati-pegunungan-bintang-mengundurkan-diri-.html



Tidak ada komentar:
Posting Komentar