N A S I H A T : BOKAM (HONAI MEMENUHI DASAR HIDUP MANUSIA)
"ERPE ATI DORKURAMRI TARUDA PIO TELEP NER TENERAMEMPANEN. KONUM KAN ATI YANA KURITARUDA DABALE KUPKAMKERURKESA"
Artinya: selagi wanita itu masih berstatus gadis, lalu terlihat anggun dan cantik maka tentu anda tergila-gila padanya untuk mendapatkan dia. Lalu melakukan berbagai cara kepadanya sampai suatu saat anda berhasil mendapatkan dia.
Setelah mendapatkannya.Dia akan tinggal bersama anda dalam beberapa minggu atau bulan kemudian.
Setelah itu anda mulai meilhat kehidupan dia sudah tidak tertarik lagi seperti dulu saat dia masih bersama orang tua dirumahnya. Maka akan muncul yang namanya PENYESALAN .
Setelah mendapatkannya.Dia akan tinggal bersama anda dalam beberapa minggu atau bulan kemudian.
Setelah itu anda mulai meilhat kehidupan dia sudah tidak tertarik lagi seperti dulu saat dia masih bersama orang tua dirumahnya. Maka akan muncul yang namanya PENYESALAN .
Sebuah kalimat bijak berupa Nasihat, yang saya terima dari orang tua dalam bahasa suku Ketengban.
Kalimat bijak tersebut patut kita mengakui bahwa, fakta soal yang kian terjadi dalam kehidupan/peradaban manusia. Terutama kaum pria maupun wanita (Muda-mudi) dalam memilih pasangan selalu menyimpang ,dan penyesalan pun mulai mendahului di tengah-tengah kebahagiaan sepasang muda-mudi. itu terjadi karena ketika salah memilih pasangan hidupnya.
Untuk itu , orang tua mengingatkan kita untuk selalu mendapatkan Pasangan yang kita cintai, dan disayangi agar kelak waktunya tiba, kita bisa bahagia selamanya.
Kalimat bijak tersebut patut kita mengakui bahwa, fakta soal yang kian terjadi dalam kehidupan/peradaban manusia. Terutama kaum pria maupun wanita (Muda-mudi) dalam memilih pasangan selalu menyimpang ,dan penyesalan pun mulai mendahului di tengah-tengah kebahagiaan sepasang muda-mudi. itu terjadi karena ketika salah memilih pasangan hidupnya.
Untuk itu , orang tua mengingatkan kita untuk selalu mendapatkan Pasangan yang kita cintai, dan disayangi agar kelak waktunya tiba, kita bisa bahagia selamanya.
#Writer : Silpester kasipka.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar